Prinsip Asuransi Syariah

10 Prinsip Asuransi Syariah Yang Mencerminkan Nilai Keagamaan

 

Prinsip Asuransi SyariahMendengar asuransi pastinya sudah tidak asing lagi untuk sebagian besar orang, termasuk untuk Kamu juga. Pemakaian beraneka ragam asuransi yang disediakan industri asuransi terbilang meningkat belum lama ini. Hal ini membuktikan banyaknya orang yang mulai sadar akan berartinya jaminan atas bermacam resiko dalam kehidupan mereka.

Berbanding lurus dengan tingginya permintaan akan layanan asuransi dari masyarakat, industri asuransi juga memandang ini sebagai kesempatan baik di dalam bidang usaha mereka. Industri asuransi berupaya keras untuk dapat memenuhi semua permohonan dari berbagai segmen masyarakat yang menginginkan layanan mereka.

Secara biasa asuransi syariah berbeda dengan asuransi konvensional yang sudah terlebih dulu muncul. Tidak hanya menjalankan rancangan syariah, namun asuransi syariah juga menerapkan nilai- nilai tertentu yang kemudian jadi dasar syariah.

Di bawah ini merupakan beberapa prinsip syar’ i yang terkandung dalam asuransi syariah.

1. Asuransi Syariah Menjalankan Prinsip Tauhid

Prinsip tauhid jadi prinsip dasar dalam asuransi syariah. Hal inilah yang jadi salah satu nilai penting yang wajib dimengerti dengan baik. Dalam prinsip ini, niat dasar mempunyai asuransi bukanlah untuk mencapai profit semata, melainkan untuk turut dan dalam menerapkan prinsip syariah dalam asuransi.

Hal itu perlu dan harus dipahami dengan baik untuk Kamu yang ingin mempunyai asuransi syariah. Karena asuransi syariah ditujukan untuk saling tolong- menolong serta bukan sebagai alat proteksi semata ketika mengalami musibah( resiko) di kemudian hari.

2. Asuransi Syariah Mengamalkan Prinsip Keadilan

Di dalam asuransi syariah juga ada prinsip keadilan di mana pelanggan dan pihak industri asuransi bersikap seimbang satu sama lain. Maksudnya, kedua belah pihak ini wajib berkeadilan terkait dengan hak dan kewajibannya masing- masing. Dengan sedemikian itu, tidak ada pihak yang merasa terzalimi ataupun dirugikan atas pemakaian produk asuransi itu.

3. Asuransi Syariah Memuat Prinsip Tolong- Menolong

Prinsip bahu- membahu menjadi salah satu nilai penting dalam rancangan asuransi syariah. Sesama pelanggan memang diharuskan untuk saling berderma dan saling menolong antara satu dengan yang yang lain. Hal semacam inilah yang dilakukan ketika salah satu pelanggan terkena musibah serta mengalami kerugian sehingga pihak industri asuransi hanya akan berperan sebagai pengelola anggaran saja di dalam konsep asuransi syariah.

4. Terdapat Prinsip Kerja Sama dalam Asuransi Syariah

Asuransi syariah juga melaksanakan prinsip kerja sama antara nasabah dan industri asuransi selaku pengelola dananya. Kerja sama ini dicoba sesuai dengan perjanjian atau akad yang sudah disetujui sejak awal oleh kedua belah pihak. Dengan begitu, keduanya bisa menjalankan hak dan kewajibannya dengan balance.

5. Asuransi Syariah Dilandasi Prinsip Amanah

Industri asuransi juga dilandasi prinsip amanah dalam mengelola anggaran nasabah dan hal yang serupa juga legal untuk para pelanggan asuransi syariah. Dalam hal ini, pelanggan wajib bersikap jujur dan tidak melebih- lebihkan ketika mengajukan klaim. Di sisi lain, pihak industri asuransi juga tidak bisa semena- mena dalam mencari profit, termasuk dalam mengambil berbagai keputusan.

6. Asuransi Syariah Memiliki Prinsip Saling Rida

Prinsip saling rida ini jadi dasar dalam tiap bisnis yang terjadi di dalam asuransi syariah sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan. Maksudnya, nasabah rida ketika dananya diatur industri asuransi sebagaimana mestinya yang sesuai dengan rancangan syariah. Sedangkan industri asuransi juga wajib rida dengan amanah yang diterimanya dari pelanggan. Dan mereka wajib mengelola anggaran nasabah itu sesuai dengan ketentuan yang legal.

7. Asuransi Syariah Bekerja dengan Prinsip Menghindari Riba

Konsep syariah tidak membenarkan terdapatnya riba, termasuk dalam asuransi syariah. Maksudnya, semua anggaran atau premi yang dibayarkan pelanggan pada industri asuransi harus diinvestasikan dalam berbagai bisnis khusus yang sesuai dengan prinsip syariah.

8. Asuransi Syariah Berjalan dengan Prinsip Menjauhi Bertaruh

Jika dalam asuransi konvensional penggunaan prinsip maisir( mirip gambling) adalah hal yang biasa, hal ini tidak berlaku dalam asuransi syariah. Asuransi syariah menghindari pemakaian konsep itu dan akan mempraktikkan sistem risk sharing di dalam layanan mereka.

9. Asuransi Syariah Berdasar pada Prinsip Menghindari Ketidakjelasan

Asuransi syariah juga tidak memperbolehkan adanya gharar( ketidakjelasan) dalam layanan mereka. Karena asuransi ini menggunakan konsep risk sharing dan bukan risk transfer sebagaimana yang umum dipakai dalam asuransi konvensional.

10. Prinsip Menghindari Praktik Suap- Menyuap

Baik industri asuransi ataupun nasabah penggunanya, keduanya wajib selalu menjauhkan diri dari praktik suap- menyuap dalam semua bisnis yang dilakukan. Pada dasarnya, suap- menyuap( risywah) adalah aktivitas yang akan menguntungkan satu belah pihak saja, sebaliknya pihak yang lain akan dirugikan. Itulah kenapa hal ini dilarang dalam asuransi syariah.

 

Itulah uraian dari kami mengenai 10 Prinsip Asuransi Syariah yang Mencerminkan Nilai Keagamaan. semoga bisa memahami dan semakin yakin dengan asuransi jenis syariah. Terima Kasih